Setiap Anak Adalah Bintang

Anak adalah sosok yang sangat spesial. Ia memiliki ciri dan karakter yang unik. Dunia anak adalah dunia yang sangat menyenangkan, dimana di usia keemasan ini anak-anak lebih banyak bermain. Interaksi yang intens dengan anak-anak akan menjadikan kita-sebagai orang dewasa tentunya- lebih mengerti dan memahami bagaimana mereka sebenarnya.

Dalam sebuah kesempatan Penerimaan Siswa Baru di sekolah kami, saya bertanya kepada salah seorang dari orang tua murid yang bermaksud menyekolahkan anakkya di SDIT Harapan Umat, “apa motivasi ibu memasukkan anak Ibu di SDIT Harapan Umat?”, orang tua murid itu menjawab “ya Allah bu anak saya ini nakal sekali, tidak bisa diam kalau dirumah. Kalau dia dirumah ada saja barang-barang yang pecah, bocah ko kayak anake setan..”. Saya hanya bisa beristighfar mendengar ibu itu menceritakan tentang anaknya. Dan masih banyak lagi motivasi-motivasi yang disampaikan oleh orang tua murid pada saat wawancara orang tua dalam proses observasi potensi akademik calon siswa baru. Beragam motivasi dan alasan. Tapi pada intinya adalah satu motivasi yaitu ingin menjadikan anak-anak mereka anak yang sholeh, anak yang bisa menjadi penyejuk hati dan bisa mendoakan orang tuanya.


Proses kegiatan belajar-mengajar pun berlangsung. Dalam satu kelas anak-anak memiliki karakter, kecerdasan dan gaya belajar yang beragam. Berikut beberapa cuplikan cerita tentang anak-anak di SDIT Harapan Umat :

1. Dimas siswa kelas II Ibnu Sina, adalah anak yang luar biasa. Pada saat belajar di kelas ketika guru menyampaikan mterinya, dia selalu berlari kesana kemari , apapun yang ada di kelas dipegangnya. Kalau sudah capai baru dia tiduran di lantai. Tapi subhanallah ketika ditanya tentang materi yang tadi disampaikan oleh gurunya, luar biasa sekali dia bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik. Dan yang membuat dia semakin luar biasa adalah dia selalu besemangat dan melaksanakan tugas dengan baik ketika dijadikan seorang pemimpin. Dan yang membuat bintangnya lebih bersinar lagi adalah dia hobby sekali menyanyi, suaranya pun indah. Suatu ketika Dimas bilang “bu aku suka sekali dengan Charlie ST12, suaranya bagus…”. Ah rupanya Dimas memiliki kecedrasan kinestetik dan kecerdasan musik yang tinggi.

2. Namanya Bagas. Dia siswa kelas III Harun Yahya. Anaknya pendiam, kalau diminta maju kedepan Bagas selalu bilang “yang lain dulu bu, Bagas terakhir saja..”. Ataupun kalau dimintai tolong untuk menjadi delegasi lomba/kompetisi mewakili sekolah Bagas selalu bilang “nda mau bu,nda bisa…yang lain aja”
Yang menjadikannya luar biasa adalah Bagas punya daya serap terhadap materi dan penalaran yang luar biasa, bahkan materi kelas tinggipun bisa dikuasai Bagas dengan mudah. Bagas selalu menduduki peringkat 1 dikelasnya.

3. Siswa kami yang satu ini bernama Sigit. Dia anak yang berkebutuhan khusus. Pendengarannya sedikit terganggu karena pada saat masih bayi telinganya sering kemasukan air karena dimandikan oleh ayahnya.Sigit agak kesulitan ketika berbicara, tapi subhanallah semua teman-temannya mengerti dan memahami ketika Sigit bercerita. Dia punya motivasi belajar yang sangat tinggi, terutama matematika dan belajar Al-Quran.Meskpun susah berbicara tapi pada saat Sigit membaca Al-Quran, luar biasa sekali suara dan makhrojil huruf yang keluar dari lisannya begitu sempurna. Bagi Sigit dunia ini bertambah indah ketika ayahnya membelikan Sigit alat bantu dengar atau hearing aid. Senyumnya semakin bertambah ceria…Tapi sayang sekarang Sigit sudah pindah ke sekolah lain.

Itulah beberapa sekelumit cerita yang menunjukkan bahwa semua anak adalah bintang dibidangnya masing-masing. Setiap anak tidak bisa disamakan satu sama lain karena mereka memiliki karakter, kecerdasan dan gaya belajar masing-masing, jadi pola pendidikan yang kita berikan kepada anak yang satu dengan yang lain pun akan berbeda pula. Menurut ada sembilan kecerdasan yang dimiliki oleh manusia :

Berikut ini pembagian kecerdasan manusia dan cirinya :

1.Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan dalam mengolah kata-kata secara efektif baik bicara ataupun menulis.

Ciri-ciri :

– Dapat berargumentasi, meyakinkan orang lain, menghibur atau mengajar dengan efektif lewat kata-kata

– Gemar membaca dan dapat mengartikan bahasa tulisan dengan jelas

2. Kecerdasan Matematis-Logis

Kecerdasan dalam hal angka dan logika

Ciri-ciri :

– Mudah membuat klasifikasi dan kategorisasi

– Berpikir dalam pola sebab akibat, menciptakan hipotesis

– Pandangan hidupnya bersifat rasional

3. Kecerdasan Visual-Spasial

Kecerdasan yang mencakup berpikir dalam gambar, serta mampu untuk menyerap, mengubah dan menciptakan kembali berbagai macam aspek visual.

Ciri-ciri :

– Kepekaan tajam untuk detail visual, keseimbangan, warna, garis, bentuk dan ruang

– Mudah memperkirakan jarak dan ruang

– Membuat sketsa ide dengan jelas

4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani

Kecerdasan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresiakan gagasan dan perasaan.

Ciri-ciri :

– Menikmati kegiatan fisik (olahraga)

– Cekatan dan tidak bias tinggal diam

– Berminat dengan segala sesuatu

5. Kecerdasan Musikal

Kecerdasan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk musik dan suara.

Ciri-ciri :

– Peka nada dan menyanyi lagu dengan tepat

– Dapat mengikuti irama

– Mendengar music dengan tingkat ketajaman lebih

6. Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan untuk mengerti dan peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak dan temperamen orang lain.

Ciri-ciri :

– Menghadapi orang lain dengan penuh perhatian, terbuka

– Menjalin kontak mata dengan baik

– Menunjukan empati pada orang lain

– Mendorong orang lain menyampaikan kisahnya

7. Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan pengetahuan akan diri sendiri dan mampu bertidak secara adaptif berdasar pengenalan diri.

Ciri-ciri :

– Membedakan berbagai macam emosi

– Mudah mengakses perasaan sendiri

– Menggunakan pemahamannya untuk memperkaya dan membimbing hidupnya

– Mawas diri dan suka meditasi

– Lebih suka kerja sendiri

8. Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan memahami dan menikmati alam dan menggunakanya secara produktif dan mengembangkam pengetahuan akan alam.

Ciri-ciri :

– Mencintai lingkungan

– Mampu mengenali sifat dan tingkah laku binatang

– Senang kegiatan di luar (alam)

9. Kecerdasan Eksistensial

Kecerdasan untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia.

Ciri-ciri :

– Mempertanyakan hakekat segala sesuatu

– Mempertanyakan keberadaan peran diri sendiri di alam/ dunia

Sebagai seorang guru mestinya kita benar-benar harus menjadi gurunya manusia. Guru yang kreatif, guru yang memahami karakter dan gaya belajar masing-masing anak. Adalah sebuah ketidakadilan ketika seorang guru menyampaikan materi kemudian hanya beberapa anak saja yang mengerti meteri yang disampaikan oleh guru tersebut.

Satu hal yang perlu diketahui oleh teman-teman guru, indikator keberasilan mengajar seorang guru bisa dilihat pada akhir jam pelajaran. Apabila jam pelajaran selesai/bel pulang berbunyi ekspresi yang terlihat pada anak-anak adalah raut kesedihan “yaaah…koq selesai”, itu berarti guru ersebut telah berhasil menjadi guru yang baik pada hari itu, dan sebaliknya apabila pada saat bel pulang berdering dan ekspresi anak-anak adalah “horreee…asyik pulang”, maka guru tersebut telah gagal mengajar pada hari itu. Guru itu harus belajar lebih banyak lagi.

So, jadilah guru yang baik…guru yang kreatif dan inovatif bagi anak-anak. Mari kita buat agar dilangit lebih banyak bintang yang bersinar….

(Bu Omih)

Pos ini dipublikasikan di Kiat-kiat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s